Perang dan Dampaknya Ke Harga Lecithin
Serangan Israel kepada Iran lalu membuat harga minyak dunia naik. Meski sudah ada gencatan senjata dari kedua belah pihak, dan perang diredam, harga masih belum stabil. Lalu apakah dampaknya terhadap harga lecithin?
Mengapa perang begitu berdampak?
Konflik yang memanas di Timur Tengah ini mendorong harga minyak mentah melonjak tajam, lantaran pasar khawatir akan potensi gangguan pasokan dari kawasan tersebut, yang merupakan salah satu wilayah penghasil minyak terbesar dunia. Jalur yang menjadi sorotan utama adalah Selat Hormuz. Jika selat ini ditutup oleh Iran, perdagangan dunia akan melambat secara signifikan. Ekspor dan impor akan mengalami masalah terutama di kebutuhan pokok. Selain minyak, selat ini juga merupakan jalur penting ekspor gas alam cair (LNG).
Namun saat ini, seiring meredanya eskalasi perang militer dan tercapainya beberapa jalur diplomasi, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda stabil. Harga minyak yang sempat menembus level di atas USD 95 per barel kini bergerak turun ke kisaran USD 65 per barel (2 Juli 2025).
“Pergerakan harga minyak hari ini didorong oleh interaksi antara potensi kenaikan pasokan OPEC+, sinyal stok AS yang membingungkan, ketidakpastian geopolitik, dan ambiguitas kebijakan makro,” ujar Analis Senior Pasar Phillip Nova, Priyanka Sachdeva. Dikutip dari CNN Indonesia.
Apa Pengaruhnya Terhadap Lecithin?
1. Biaya Logistik & Transportasi
- Lecithin, baik dalam bentuk cair, granular, maupun powder—biasanya dikirim dalam jumlah besar melalui darat atau laut. Naiknya harga minyak dunia akan membuat biaya bahan bakar ikut naik. Seperti LNG bunker fuel.
2. Biaya Energi Produksi
- Industri pengolahan lecithin (seperti lecithin kedelai dan biji bunga matahari) membutuhkan energi tinggi untuk ekstraksi, pemurnian, dan pengeringan. Hal ini tentunya membutuhkan energi seperti gas dan minyak untuk produksi.
- Harga energi (listrik & gas industri) bisa terpengaruh oleh harga minyak global, terutama di negara-negara pengimpor energi yang terlibat perang.
3. Harga Bahan Baku Alami (biodiesel)
- Sebagian besar lesitin berasal dari hasil ekstraksi minyak kedelai. Jika harga minyak global naik dan mendorong peralihan ke biodiesel berbasis nabati, maka permintaan minyak nabati bisa naik → mendorong naiknya harga kedelai → mempengaruhi ketidakstabilan harga lesitin.
Untuk saat ini, harga minyak dunia cenderung stabil. Mengikuti kondisi politik luar negri terkini. Jika salah satu faktor diatas memicu lonjakan harga minyak kembali, maka dalam jangka menengah bisa terjadi kenaikan bertahap biaya logistik dan produksi lecithin. Mencari pemasok Lecithin yang transparan terhadap pergerakan harga sangat dibutuhkan disituasi saat ini.


Leave a Reply